BUDAYA (LUPA) BUDAYA
Mencintai dan memiliki keinginan untuk selalu menjaga dan melestarikan serta mengamalkan budaya kita adalah hal yang sangat bagus. betul ??? betuuuulllll. sudah seharusnya sebagai bagian dari sebuah bangsa, kita harus memiliki kecintaan terhadap peninggalan leluhur kita.
Budaya tidak hanya terbatas pada kesenian dan bahasa ... namun lebih luas daripada itu, bukan daripada ini namun daripada itu, hehehe...., sebuah hasil pemikiran yang kemudian disebut budi dan juga sebuah hasil usaha yang kemudian disebut daya bersatu padu membentuk budaya (sugan eta ge ceuk uing,hehehe..) sehingga segala bentuk daya dan upaya baik mata pencaharian, sistem nilai kemasyarakatan, kepercayaan dan nilai spiritualitas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari lahirnya kebudayaan suatu bangsa. sudahkah itu semua menjadi entitas dan identitas kita? sepertinya masih jauh ...sejauh kita dan para leluhur dalam rentang pisik namun semoga sedekat kita dan leluhur dalam nilai-nilai kebudayaan yang mereka wariskan pada kita. sehingga kita tidak menjadi bagian dari generasi yang pura buta dan pura tuli pada kebudayaan bangsanya sendiri.
Sering hanya dengan sudah faham suatu bahasa dan mengerti aksara sebuah bangsa pleus berpenampilan dengan gaya dan cara yang disepakati sebagai sebuah identitas lokal, kita sudah merasa memahami budaya, namun bukan kah nilai yang menjadi etika dan spiritualitas sebuah bangsa lebih menampakkan entitas dan identitas kebangsaannya ?, namun jika keminimalan yang kita bicarakan memang sudah cukup dengan ya... minimal kalau kita urang sunda kita bisa basa sunda dan bisa, mengerti dan memahami aksaranya ulah nepi ka urang sunda teu bisa ngomong sunda, teu bisa maca aksara sunda sehingga terkesan lupa budaya bangsa sendiri nu akhirna ketika kita tidak mau belajar tentang budaya kita sendiri, kita menjadi lupa budaya, karena keterusan melupakan akhirnya jadilah budaya lupa,hehehe...suruput heula kopi hideungna kang, eteh , uwa ,ibi, amang,euceu, abah, ambu, aki, nini saparakanca weh lah ....
**penulis bukanlah budayawan jadi hampuraeun kalau tulisan ini jauh dari nilai budaya, pemikiran berkebudayaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar