Sabtu, 14 November 2020

Kaum Klaksoner




KAUM KLAKSONER


       Kita selalu terjebak dalam ketergesaan, semuanya ingin cepat.. seakan sedikit lamban saja seperti aib yang semua mata mematai kita.. melotot. Pesan makanan ...ingin cepat, dalam antrean... ingin cepat... , terima uang... ingin cepat, mau BAB... ingin cepat, mati... ingin ce... eh stop dulu dah kalo yang satu ini... rela dah disalip salip berkali kalipun, heuheuheu...

       Ada banyak kejadian-kejadian yang terjadi di lampu merah, mulai dari lampu yang berwarna merah kuning hijau tanpa dilangit yang biru..., para peminta-minta, dari yang emang beneran ngga punya sampai yang cuman akting aja, para seniman jalan.. mulai dari pertunjukan kuda lumping, nyanyian tepuk tangan anak punk, manusia blink-blink, penjual tisu, lap, aksesoris mobil, kacang, tahu, permen, nasi padang, siomay, basss....eh...,hehehe.. pokoknya beragam macam tumplek disana.. termasuk yang kadang luput di ingatan... taraaa..... para klaksoner, yup.. mereka yang doyan plus nafsu bangget buat pencet klakson.. seakan akan semua masalah kelar dengan hanya satu tidiiiiddd...

       Harusnya semua nyadar diri.. semua kendaraan yang ada dilampu merah pasti beranjak pergi kok kalo udah lampu hijau... ,kecuali ya.. yang tetiba mogok semogok mogoknya, heuheuheu..ngga usah juga pencet klakson rame-rame, segimana klakson dipencetpun toh kendaraan disana ngga akan berangkat kalo bukan waktunya, so.. brenti deh jadi klaksoner yang hanya bikin polusi suara dilampu merah, klaksonnya kaga ngaruh apa-apa selain membuat gaduh saja, ngga usah ngerasa kita harus lebih diutamain dari yang laen seakan, pas klakson berbunyi yang laen kudu ngasih jalan... emang lo sape ????, semua punya hak yang sama.. kecuali emang punya kepentingan yang amat sangat buru-buru tergesa-gesa untuk segera bertemu Yang Maha Kuasa.. yo monggo... silahkan ngebut sengebut ngebutnya...., suruput dulu aer beningnya...,hehehe.

Jumat, 15 November 2019

Malesasi

MALESASI

          Dalam term bahasa Indonesia tentu saja kata malesasi tidak akan ditemukan karena memang tidak ada,hehehe... namun dalam dunia kartun si capruk kata malesasi dimunculkan untuk  alasan iseng semata..(njir..kaga penting bangggeeet)
          Ngopi menjadi salah satu ( nilainya 9,klo salah dua nilainya 8 😄) sarana nyantai kebanyakan orang, terkhusus yang doyan kopi + gula kadang + susu ataupun krim ataupun kopido alias kopi doang. Ngopi di tempat ngopi, bisa di kafe-kafe ataupun kedai kopi di desa-desa bahkan di warkodak alias warung kopi dadakan emang asyyyyiiiik banget. kita  bisa sharing atau bertukar pemikiran (kalo tukar pikiran ngga mau ah takut pikiran kita yang santuy abis ketuker sama pikiran yang rudet abis, hwahahaha) bisa menjadi sarana komunikasi yang baik antar teman ataupun antar tetangga bahkan antar yang tidak saling mengenal. kok bisa? bisa dong..selama bisa diajak berkomunikasi.bisa jadi ajang dakwah bahkan ajang bisnis asal jangan ajang ka imah, hehehe
          Tubuh kita juga memang butuh istirahat dari penatnya aktifitas. penat juga bisa timbul akibat dari kongres alias ngawangkong teu beres-beres. di titik inilah sang malesasi itu muncul dimana kita nuntut tubuh buat rileksasi tapi minus aktifitas berarti, pengennya nyantai forever ngga minat sama aktifitas yang bikin bugar. malesasi itu racun dalam kehidupan dengan dalih santai aja,hidup harus santuy kemudian terlena dengan kesantuyanya akibatnya mager, kalo dah mager pasti ketemu sama pager alias penyakit akibat males gerak, dah gitu ujungnya geger (game over akibat males gerak) heuheuheu... santuuuyyyyy... ngopay duluuyyyy... syuruput.



Kamis, 14 November 2019

Kebal Asap

KEBAL ASAP
          
          Sering kita melihat rambu-rambu larangan, ada yang bertuliskan 'Dilarang berhenti disini !', 'Dilarang parkir disini !', 'Dilarang nikung !', 'Dilarang lebay !','Dilarang melarang!' (ehbuheet)...sampe dilarang-dilarang yang lainnya
          Rambu-rambu larangan tersebut tentu memiliki maksud dan tujuan, termasuk rambu 'Dilarang merokok !'. rambu 'Dilarang parkir disini !' mungkin punya maksud kalo mau parkir agak sonohan dikit napa..jangan deket-deket bae 😄😄😄. Rambu 'Dilarang merokok !' pasti punya maksud dan tujuan yang baik mengenai  kesehatan. para perokok sendiri udah sadar banget nget nget nget.. kalo merokok tidak baik untuk kesehatan sebab kalo merokok itu hal yang baik bagi kesehatan tentu saja mereka sudah mengajak istri / suami dan anak -anak mereka untuk merokok..heuheuheu.
           Kenapa rambu larangan 'Dilarang merokok!' sering di abaikan, tidak dipedulikan, tersingkir dan tersudutkan.. euh, Mungkin karena perokok memang sudah pada kebal..jikalau cacian dan makian dari istri yang protes karena ngerasa jatah dapur terkurangi untuk budget rokok aja membuat para perokok tidak bergeming apalagi cuma larangan ngerokok... siape elo ? HAH...APELO APELO.., mungkin ada baiknya untuk merubah rambu 'Dilarang merokok !' dengan tulisan 'Dilarang menyulut rokok disini !' hehehehe.... jadi silahkan menikmati tembakau rokoknya selama tidak disulut ato dibakar ya  monggo ae, mau di kunyah ato ditelen langsung pun ya silahkan...selama tidak mengeluarkan asap...euleuhhhh euuuuu teurab heula juragan. karena tidak semua orang kebal terhadap asap rokok cuma para juragan perokok yang kebal, hehehe... sruput arput (air putih) dulu...,glekkk.

Sabtu, 22 September 2018

Idung Flat


IDUNG FLAT

               Kadang masih banyak yang merasa minder karena punya bentuk idung yang flat..alias minimalis,hehe..emang sih realnya idung mancung lebih menarik daripada yang flat..(and gue don't care meski punya nose yang minimalis )hahaha..
             Umumnya OI..orang Indonesia memang tidak memiliki idung yang mancung,tapi apakah bentuk pisik yang demikian membuat kita berkurang rasa syukurnya,tentu saja tidak. seperti apapun  bentuk pisik yang kita miliki,itulah anugrah yang sepatutnya kita syukuri. jika karena bentuk pisik membuat kita minder, kurang berani untuk tampil maksimal..ternyata kita tidak hidup pada abad milenial tapi masih terperangkap pada masa penjajahan intelektual. come on,kita hidup pada masa yang lebih hebat dari sekedar tampilan pisik, jika hanya ingin terlihat sempurna...banyak sekali aplikasi kamera jahat yang menyediakan fitur pengubah bahan baku minimalis menjadi tampilan maksimal abis,hahaha...artifisial dan memuakkan. generasi milenial haruslah generasi yang mampu menunjukkan prestasi
               Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuka peluang sangat lebar  untuk para milenial mengekpresikan diri dengan berbagai kreativitas..berhentilah mengeluhkan kekurangan diri,mulailah berprestasi tanpa merasa rendah diri,biar lah yang flat cuma idung but your life is never flat..mari bersulang dengan bajigur.

Menggugat

    MENGGUGAT   

        Kita selalu merasa bahwa kita ini yang paling benar,paling mengerti,paling faham,paling tahu,paling tempe,paling oncom...heuheu... Faktanya kita ini yang paling tidak mengerti apa-apa,tapi merasa tahu segalanya.
            Ada yang kita tahu dan orang lain pun tahu,ada yang kita tahu dan orang lain tidak tahu,ada yang kita tidak tahu tapi orang lain tahu,dan ada yang kita tidak tahu dan orang lain pun tidak tahu (Johari Window). Kita tidak harus tahu segalanya . Kita hanya butuh mau memahami segalanya,dengan keterbatasan yang kita miliki. Kita sering menggugat orang lain karena kita merasa benar,faham,ahli,mengerti tanpa mau melihat sudut pandang yang lain,yang mungkin lebih rasional.
             Ketidaktahuan memang harus dilawan dengan terus menggali pengetahuan dan ilmu pengetahuan,namun setelah pun kita tahu,tidaklah elok kita selalu berusaha menggugat orang lain hanya demi syahwat pengetahuan yang hanya bertujuan pengakuan dan pembenaran atas semua argumen yang kita asyik perdebatkan,sementara manfaatnya  mungkin hanya nol saja. Kita tidak harus menjadi penggugat segala hal,kita bukan tuan segala tahu..kita hanya tahu bulat yang digoreng dadakan,heuheuheu...selamat menikmati pahitnya kopi tanpa gula.

Rabu, 10 Mei 2017

budaya (lupa) budaya



BUDAYA (LUPA) BUDAYA

               Mencintai dan memiliki keinginan untuk selalu menjaga dan melestarikan serta mengamalkan budaya kita adalah hal yang sangat bagus. betul ??? betuuuulllll. sudah seharusnya sebagai bagian dari sebuah bangsa, kita harus memiliki kecintaan terhadap peninggalan leluhur kita.
             Budaya tidak hanya terbatas pada kesenian dan bahasa ... namun lebih luas daripada itu, bukan daripada ini namun daripada itu, hehehe...., sebuah hasil pemikiran yang kemudian disebut budi dan juga sebuah hasil usaha yang kemudian disebut daya bersatu padu membentuk budaya (sugan eta ge ceuk uing,hehehe..) sehingga segala bentuk daya dan upaya baik mata pencaharian, sistem nilai kemasyarakatan, kepercayaan dan nilai spiritualitas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari lahirnya kebudayaan suatu bangsa. sudahkah itu semua menjadi entitas dan identitas kita? sepertinya masih jauh ...sejauh kita dan para leluhur dalam rentang pisik namun semoga sedekat kita dan leluhur dalam nilai-nilai kebudayaan yang mereka wariskan pada kita. sehingga kita tidak menjadi bagian dari generasi yang pura buta dan pura tuli  pada kebudayaan bangsanya sendiri.
               Sering hanya dengan sudah faham suatu bahasa dan mengerti aksara sebuah bangsa pleus berpenampilan dengan gaya dan cara yang disepakati sebagai sebuah identitas lokal, kita sudah merasa memahami budaya, namun bukan kah nilai yang menjadi etika dan spiritualitas sebuah bangsa lebih menampakkan entitas dan identitas kebangsaannya ?, namun jika keminimalan yang kita bicarakan memang sudah cukup dengan ya... minimal kalau kita urang sunda kita bisa basa sunda dan bisa, mengerti dan memahami aksaranya ulah nepi ka urang sunda teu bisa ngomong sunda, teu bisa maca aksara sunda sehingga terkesan lupa budaya bangsa sendiri nu akhirna ketika kita tidak mau belajar tentang budaya kita sendiri, kita menjadi lupa budaya, karena keterusan melupakan akhirnya jadilah budaya lupa,hehehe...suruput heula kopi hideungna kang, eteh , uwa ,ibi, amang,euceu, abah, ambu, aki, nini saparakanca weh lah ....

          **penulis bukanlah budayawan jadi hampuraeun kalau tulisan ini jauh dari nilai budaya, pemikiran berkebudayaan.

Rabu, 26 April 2017

olah oleh


OLAH OLEH

               Olahraga... walau cuma jalan kaki saja, yang penting berkeringat dan terasa sehat. tentunya olahraga menjadi bagian yang harus selalu menjadi aktifitas kita, aktifitas yang membuat kita berkeringat ... tapiiii ingaaaatttt, yang harus membuat sehat
               Olah rasa bisa membuat kita menjadi lebih peka ... lebih merasa asal jangan merasa lebih, hehehe, lewat olah rasa pula kita bisa merasakan hal-hal lain yang lebih peka, mungkin bisa jadi gerbang pertama memasuki dimensi lain, dimensi hantu ? mungkin, hehehe...yang lebih mungkin adalah kita menjadi lebih merasakan sesuatu yang biasanya tak terasa atau malah kita bisa melihat sesuatu yang biasanya tak terlihat, hebat dong .... ngga juga biasa aja, misalkan kita jadi lebih bisa melihat penampakan yang selalu muncul pada mata kita saat bangun tidur, hehehe....
               Orang yang rajin olah raga dan juga biasa olah rasa belum bisa menyenangkan sesama, tapi yang bisa menyenangkan sesama adalah oleh-oleh, hehehe ...sekecil apapun oleh-oleh akan membuat berbinar yang menerimanya ... terussss apa hubungannya olah raga, olah rasa dan oleh oleh ...nggga ada,hehehe....,glek dulu air putih dingin dan segarnya....